Kopi (Robusta) Tambora


April 1815, Gunung Tambora meletus dengan sangat fenomenal. Letusan yang tercatat sebagai letusan gunung berapi terbesar di kolong jagad. Tak kurang 10 ribu lebih nyawa langsung melayang dalam sekejap. Dan 90 ribu nyawa lainnya tercatat sebagai korban susulan di seluruh dunia. Semburan Tambora menutupi atmosfir bumi, menyebabkan Matahari enggan bersinar di belahan bumi Eropa sepanjang tahun sesudah terjadinya letusan. Setahun tanpa musim panas, membuat Eropa terguncang hebat, yang di kenal sebagai "The Year Withuot Summer". 


Bencana kelaparan terjadi di berbagai negara, bahkan pasukan Napoleon yang sampai kalah dalam peperangkan akibat dampat tidak langsung dari letusan Tambora. Letusan Tambora benar-benar laksana kiamat. Tapi Tambora bukan hanya kisah soal letusannya yang maha dasyat, namun alamnya yang eksotik serta komoditi pertaniannya yang kaya, juga punya kisahnya sendiri. 25 ribu penduduk yang menetap di lingkar Tambora bergantung penuh pada kemurahan alam disana. Kopi salah satu komoditi pertanian unggulan Tambora. Hamparan kebun kopi mudah kita temui, terutama di bagian lereng sebelah utara, Tepatnya di dusun Pancasila, Kacamatan Tambora, Kabupaten Tambora. Hamparan kebun kopi mudah kita temui, terutama di bagian lereng sebelah utara, Tepatnya di dusun Pancasila, Kacamatan Tambora, Kabupaten Tambora. pada ketinggian tempat 700 meter dari permukaan laut. Merupakan Lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 500 Ha. Dari luas tersebut baru 254 Ha, Besaran Ha dan Jembatan Besi 18 Ha, sedangkan 246 Ha masih dalam keadaan kosong. Selain tanaman kopi juga di lengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang seperti Bangunan prosesing 1 unit, lantai jemur 5 unit, perkantoran 1 unit, sarana ibadah 1 unit,sarana pendidikan 1 unit dan perumahan karyawan 31 unit. 

Petani Kopi di Desa Tambora
 Pada awalnya perkebunan Kopi Tambora di kelola oleh PT. Bayu Aji Bima Sena (PT.BABS) Jakarta selaku pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dengan memperkerjakan karyawan sebanyak 192 orang, namun sejak tahun 2001 PT. BABS tidak aktif lagi mengelola kebun kopi tambora yang ditandai dengan ditinggalkan dan ditelantarkannya perkebunan kopi beserta aset dan karyawan yang ada di dalam nya. HGU PT. BABS berakhir pada tanggal 31 Desember 2001 dan tidak diperpanjang lagi sampai saat ini meskipun pihak PT. BABS pernah mengajukan perpanjangan HGU pada tanggal 8 maret 2002. 

Saat ini lahan petani kopi ialah mata pencaharian pokok warga Desa Tambora, alhasil hal tersebut menjadi tulang punggung penghasilan dari penduduk di sekitar Gunung Tambora. Kopi yang ada di sini berjenis Kopi Robusta.

Proses Penjemuran Kopi, di Lapangan Pancasila, Desa Tambora
Dan melihat kondisi tersebut Taman Nasional menjadikan Desa menjadi desa binaan Taman Nasional Tambora. Pada akhir Tahun 2016 kemarin Balai Taman Nasional Tambora memberikan bantuan berupa alat penggiling kopi dan alat pengepress bungkus kopi kepada kelompok Tani kopi yang ada disana. Nama Tambora sendiri kebanyakan dijadikan Brand Kopi yang mereka hasilkan.

Referensi : www.alanmalingi.wordpress.com dan http://www.kompasiana.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kopi (Robusta) Tambora "