Penyemaian Cikal Bakal Hutan Kita

Haloo sahabat tamboraku blogspot…

Lama vakum ini sebelumnya, biasalah kalau otak lagi buntu ya tulisan terhenti dulu…hahaha. Bermula dari dapat SPT tulisan ini tercipta.

Memasuki bulan Desember tugas pun mulai menumpuk di depan mata. Kita tim TNGT mendapat tugas berjaga di pos-pos yang berada di kawasan TN Tambora. Saya dan tim saya (Maximus Kelli) dapet SPT ke Pos Kawinda To,i. Sebuah desa terpencil yang berada di lereng gunung Tambora. Berat memang pertama yang ada di hati dan pikiran, dengan berbagai masalah di dalam kawasan Kawinda tersebut, sinyal yang menjadi masalah utama. Tak ada satu provider pun yang masuk ke daerah tersebut. Tapi namanya tugas ya mau tak mau harus kita laksanakan dengan iklhas, toh disana kita dapat berbagai pengalaman yang tak semua orang bisa merasakannya. Selain pengalaman tentunya wawasan yang kita peroleh. Jadi jalanin saja dengan semangat. .hahah..keep spirit broooooo :D



Skip skip skip….sampailah saya di Desa yang tenang dari kebisingan kota, desa yang berpotensi besar tapi belum dikelola dengan baik. Ini kali ketiga saya berkunjung ke Desa ini. Sambutan warga sekitar yang baik membuat senyum saya terbentuk indah dan menunjukkan kegembiraan. Kegiatan di Desa ini saya mulai dengan kegiatan penyemaian pohon yang sebelumnya sudah secara rutin dilakukan oleh ALGURA (Anak lereng Gunung Tambora). ALGURA merupakan Kelompok Pecinta Alam yang ada di daerah Kawinda To'i. Tujuan penyemaian ini adalah untuk memberikan pertumbuhan yang maksimal, pemeliharaan yang maksimal, dan agar tanaman mudah beradaptasi saat di tanam di kawasan nantinya. Pagi itu saya, Mike dan beberapa anggota ALGURA pergi ke air terjun Oi Marai, disekitar air terjun tersebut banyak terdapat bibit-bibit pohon Kelanggo (Duabanga Mollucana) yang hidup liar di pinggir sungai. Jenis pohon ini banyak ditemukan di Jawa bagian Timur, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Irian. Pohon ini biasanya hidup di ketinggian 60 - 1200 MDPL dan pohon jenis ini sangat prospek digunakan untuk bahan industri dan penghijauan. Hasil pencarian bibit disekitar sungai Oi Marai waktu itu cukup banyak yang kita dapat. 



Setelah kita rasa cukup untuk hasil bibit yang kita cari, kita kembali ke Desa untuk segera melakukan penyemaian, agar bibit-bibit tersebut tidak layu. 




Sekitar 100 an bibit yang berhasil kita semai pada kegiatan kali ini. Semoga saja bibit yang kita semai ini bisa hidup dan segara di tanam di kawasan yang sekiranya perlu penghijauan.

Salam Lestari........

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyemaian Cikal Bakal Hutan Kita"